Dalam serengkuh doa
Terucap lafadz yang larut
Larut dalam khusyu
Larut dalam sujud
Dan malam ikut mendengarnya
Enggan mencibirnya
Meskipun doa seremeh kambing
Dia Maha Mendengar
Dalam bisikan lembut
Terdengar nada harap
Diantara keputusasaan yang timbul tenggelam
Nampaknya kepasrahan memimpin
Mencari sandaran
Melebihi dada bidang suaminya
Melebihi kelembutan pelukan ibunya
Dia tempat bersandar
Keinginan yang kuat mengantarnya berdoa
Keinginan yang kuat mengantarnya bersandar
Tatapnya ke langit
Tangannya memohon
Air matanya menetes
Ditutupnya dengan ucapan 'Ya Allah'
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts
Saturday, April 24, 2010
Friday, April 23, 2010
Menyembah
Aku sujud di depan Ka'bah
Dengan degup diri merendah
Dengan jiwa hamba yang rebah
Biar kesombongan musnah
Sehingga hati senantiasa pasrah
Meskipun juang tak kenal lelah
Aku sujud menyembah
Pada Tuhanku yang kusebut Allah
Pada dzat yang menguasai tanah
Pada dzat yang menguasai lembah
Pada dzat yang memberi berkah
Supaya aku tak serakah
Meski juang di depan pasrah
Aku sujud menyembah
Kepala di atas kini menyentuh tanah
Berharap baik dalam berkiprah
Memohon perlindungan dari musibah
Allah inilah aku jiwa dari tanah
Berdoa kepada Mu dengan segenap sembah
Catatlah kami di tempat yang indah
Aamiin.
Dengan degup diri merendah
Dengan jiwa hamba yang rebah
Biar kesombongan musnah
Sehingga hati senantiasa pasrah
Meskipun juang tak kenal lelah
Aku sujud menyembah
Pada Tuhanku yang kusebut Allah
Pada dzat yang menguasai tanah
Pada dzat yang menguasai lembah
Pada dzat yang memberi berkah
Supaya aku tak serakah
Meski juang di depan pasrah
Aku sujud menyembah
Kepala di atas kini menyentuh tanah
Berharap baik dalam berkiprah
Memohon perlindungan dari musibah
Allah inilah aku jiwa dari tanah
Berdoa kepada Mu dengan segenap sembah
Catatlah kami di tempat yang indah
Aamiin.
Monday, March 29, 2010
Permohonan
Malam ini Raja aku termangu
Bahasa Mu pelita
Fikir menjadikannya mata angin
Hati bening
Raga tertunduk tanpa daya
terpaku dalam ketaatan dan
takut jatuh dalam lembah kebebasan semu
Takut meraja karena Raja
Patuh karena Raja
Harapku pun ada karena Raja
Kesalahan dalam waktuku tak terhindar
Alpaku terlepas dari genggaman kesadaran
Lemah alasanku
Rajaku maafkan
Jangan tercabut akar-akar keimananku
Perbaikilah
Sempurnakanlah
Aamiin
Bahasa Mu pelita
Fikir menjadikannya mata angin
Hati bening
Raga tertunduk tanpa daya
terpaku dalam ketaatan dan
takut jatuh dalam lembah kebebasan semu
Takut meraja karena Raja
Patuh karena Raja
Harapku pun ada karena Raja
Kesalahan dalam waktuku tak terhindar
Alpaku terlepas dari genggaman kesadaran
Lemah alasanku
Rajaku maafkan
Jangan tercabut akar-akar keimananku
Perbaikilah
Sempurnakanlah
Aamiin
Saturday, March 27, 2010
Pemain Gelandang
Bola digocek dengan mudah. Setelah mengalami serangan yang bertubi-tubi, nampaknya pemain bernomor 10 itu mulai gerah. Agaknya ada angin segar atau karena sudah merasa tanpa beban, semua potensi dikeluarkannya.
Sandungan demi sandungan sudah dihadapi. Mampukah pemain gelandang ini menyarangkan goal kebebasannya. Ataukah nasibnya dengan mudah disapu habis oleh pemain belakang.
Pertandingan yang layak ditonton, apakah ini hanya merupakan sepakbola gajah. Ataukah partai persahabatan yang penuh misteri? Ataukah akan menjadi adu bintang dilapangan tengah?
Pemain gelandang bernomor 10 itu bukan Maradona, itu lho Mr Susno. Oke deh pak salut kami dengan kemampuan Bapak. Apapun hasilnya semoga menjadikan Indonesia lebih sehat.
Aamiin
Sandungan demi sandungan sudah dihadapi. Mampukah pemain gelandang ini menyarangkan goal kebebasannya. Ataukah nasibnya dengan mudah disapu habis oleh pemain belakang.
Pertandingan yang layak ditonton, apakah ini hanya merupakan sepakbola gajah. Ataukah partai persahabatan yang penuh misteri? Ataukah akan menjadi adu bintang dilapangan tengah?
Pemain gelandang bernomor 10 itu bukan Maradona, itu lho Mr Susno. Oke deh pak salut kami dengan kemampuan Bapak. Apapun hasilnya semoga menjadikan Indonesia lebih sehat.
Aamiin
Monday, March 8, 2010
Beri aku Nafas
Beri aku nafas
Letakkan tanganmu dijantungku
Rasakan degupnya
Dia meronta
Tak mau berhenti
Beri aku nafas
Peluklah aku
Rasakan deritaku
Cabutlah sedihnya
Dia meluap-luap
Tak terbendung
Bahkan kau yang garang menangis
Beri aku nafas
Agar kakiku menapak dengan kuat
Lemah atau lelah aku tak mau punya
Dia mengejarku
Dia ingin membrangusku
Hingga terkapar di sudut putih
Tanpa perlawanan
Beri aku nafas
Terbangkan aku ke pulau dewata
Aku akan mengejar ombak
Melupakan kesibukkan
Yang tak mau kompromi
Pagi, siang, malam tak henti
Beri aku nafas
Sandarkanku dipundakmu
Ambillah kegamanganku
Rubahlah ia menjadi keberanian
Tanamkanlah benih percaya diri
Hingga kegamangan pergi
Larut
Mencair
Menguap
Aku berdoa
Aku bersujud
Dalam rintik air hujan
Dalam teriknya matahari
Dalam gelapnya malam
Agar kau beri aku nafas
Letakkan tanganmu dijantungku
Rasakan degupnya
Dia meronta
Tak mau berhenti
Beri aku nafas
Peluklah aku
Rasakan deritaku
Cabutlah sedihnya
Dia meluap-luap
Tak terbendung
Bahkan kau yang garang menangis
Beri aku nafas
Agar kakiku menapak dengan kuat
Lemah atau lelah aku tak mau punya
Dia mengejarku
Dia ingin membrangusku
Hingga terkapar di sudut putih
Tanpa perlawanan
Beri aku nafas
Terbangkan aku ke pulau dewata
Aku akan mengejar ombak
Melupakan kesibukkan
Yang tak mau kompromi
Pagi, siang, malam tak henti
Beri aku nafas
Sandarkanku dipundakmu
Ambillah kegamanganku
Rubahlah ia menjadi keberanian
Tanamkanlah benih percaya diri
Hingga kegamangan pergi
Larut
Mencair
Menguap
Aku berdoa
Aku bersujud
Dalam rintik air hujan
Dalam teriknya matahari
Dalam gelapnya malam
Agar kau beri aku nafas
Tuesday, February 23, 2010
Tangga ke Langit
Saat Maghrib telah usai dan Isya' tiba
Berbisik angin dingin dari sela-sela rintik-rintik hujan
"Manakah yang kau pilih..."
Akupun menoleh pada angin yang tlah hilang
Menatap rintik-rintik hujan yang mencair dalam genangan-genangan tak berwujud
"Manakah yang kau pilih..."
Ah angin itu pun berhembus kembali menanyakan padaku pertanyaan yang sama
Aku pun teringat suara pedagang pasar "dipilih...dipilih...dipilih, pilih saja pak..pilih saja bu..pilih saja dagangannya".
Tetapi ini bukan pasar
"Manakah yang kau pilih...."
Pertanyaannya hanya sebagian
itupun belum jelas
Aku pun terdiam menunggu lanjutannya
Duduk tenang aku dalam dinginnya malam
Ditemani rintik hujan dengan irama tanpa nada
"Dunia ataukah akhirat...."
Ah rupanya itu pertanyaan lengkapnya
Sang angin berhembus hanya ingin menanyakanku itu
Pertanyaan yang selalu bergaung dalam diriku
Pertentangan yang berkecamuk
dalam jiwa-jiwa pencarian
Kenapa selalu dipertentangkan antara dunia maupun akhirat
Tak pernah aku memandangnya sebagai persimpangan
Dunia hanyalah tangga ke langit
Angin malam masih berhembus
Mendinginkan telingaku
Lari entah kemana
Hanya sekedar menyampaikan pesan
Rintik hujan pun berhenti
Seakan setuju dengan jawabku
Disini aku sedang berada di tangga ke langit
Mudah-mudahan selamat di tujuan
Amiin...
Berbisik angin dingin dari sela-sela rintik-rintik hujan
"Manakah yang kau pilih..."
Akupun menoleh pada angin yang tlah hilang
Menatap rintik-rintik hujan yang mencair dalam genangan-genangan tak berwujud
"Manakah yang kau pilih..."
Ah angin itu pun berhembus kembali menanyakan padaku pertanyaan yang sama
Aku pun teringat suara pedagang pasar "dipilih...dipilih...dipilih, pilih saja pak..pilih saja bu..pilih saja dagangannya".
Tetapi ini bukan pasar
"Manakah yang kau pilih...."
Pertanyaannya hanya sebagian
itupun belum jelas
Aku pun terdiam menunggu lanjutannya
Duduk tenang aku dalam dinginnya malam
Ditemani rintik hujan dengan irama tanpa nada
"Dunia ataukah akhirat...."
Ah rupanya itu pertanyaan lengkapnya
Sang angin berhembus hanya ingin menanyakanku itu
Pertanyaan yang selalu bergaung dalam diriku
Pertentangan yang berkecamuk
dalam jiwa-jiwa pencarian
Kenapa selalu dipertentangkan antara dunia maupun akhirat
Tak pernah aku memandangnya sebagai persimpangan
Dunia hanyalah tangga ke langit
Angin malam masih berhembus
Mendinginkan telingaku
Lari entah kemana
Hanya sekedar menyampaikan pesan
Rintik hujan pun berhenti
Seakan setuju dengan jawabku
Disini aku sedang berada di tangga ke langit
Mudah-mudahan selamat di tujuan
Amiin...
Wednesday, February 10, 2010
Terlena
Terlena cantiknya dunia
Mengejarnya sepenuh hati
Bersaing sepenuh waktu
Melupakan Yang Satu
Terlena kesibukkan dunia
Semua terlupa kecuali ia
Pagi, siang, malam tak henti
Padahal jiwa perlu perhatian
Taqwa pun jadi baju rombeng
Terlena harta yang tak dibawa
Ia tak akan menemani kita nanti
Kita hanya akan berkain kafan
Temboknya pun hanya tanah
Lantainya pun tanah
Terlena senggangnya waktu
Melupakan tujuan
Asyik dalam kesenggangan
Padahal semua akan ditimbang
Terlena angan-angan semu
Berandai-andai sepanjang waktu
Tak pernah melupakan masa lalu
Masa depan hanya sebatas khayalan
Sedangkan kerja sekedarnya
Terlena kesusahan dan kemelaratan
Tak percaya adanya kemudahan
Tetapi perut memang harus diisi
Tangan-tangan yang lain tak bermata
Padahal tanggung jawab bersama
Semoga Allah senantiasa menjaga kami...
Amiin
Mengejarnya sepenuh hati
Bersaing sepenuh waktu
Melupakan Yang Satu
Terlena kesibukkan dunia
Semua terlupa kecuali ia
Pagi, siang, malam tak henti
Padahal jiwa perlu perhatian
Taqwa pun jadi baju rombeng
Terlena harta yang tak dibawa
Ia tak akan menemani kita nanti
Kita hanya akan berkain kafan
Temboknya pun hanya tanah
Lantainya pun tanah
Terlena senggangnya waktu
Melupakan tujuan
Asyik dalam kesenggangan
Padahal semua akan ditimbang
Terlena angan-angan semu
Berandai-andai sepanjang waktu
Tak pernah melupakan masa lalu
Masa depan hanya sebatas khayalan
Sedangkan kerja sekedarnya
Terlena kesusahan dan kemelaratan
Tak percaya adanya kemudahan
Tetapi perut memang harus diisi
Tangan-tangan yang lain tak bermata
Padahal tanggung jawab bersama
Semoga Allah senantiasa menjaga kami...
Amiin
Sunday, February 7, 2010
Beri Aku Jawaban
hidup adalah mencari solusi
di bawah matahari yang sama
di atas langit yang sama
soalnya mungkin saja mengenai cinta
atau bisa saja mengenai materi
atau mengenai status, pangkat atau jabatan
atau mungkin saja soal hidup atau mati
hidup adalah mencari solusi
setiap diri punya soal yang berbeda-beda
setiap diri juga punya jawaban yang berbeda-beda
soal boleh sama, solusi boleh beda
seberapa susahkah persoalan kita?
Yah itu kan relatif
seharusnya kita semua mampu mencari jawabannya
layaknya air yg mengalir
persoalan dalam hidup tak pernah berhenti
Ada yang lincah dengan mudahnya menemukan solusi-solusinya
ada yang overflow nge-hang tak sanggup menemukan jawabannya
Allah janganlah kami engkau beri beban yang kami tak sanggup memikulnya
berikanlah kami jawaban dari persoalan kami
Amiin
di bawah matahari yang sama
di atas langit yang sama
soalnya mungkin saja mengenai cinta
atau bisa saja mengenai materi
atau mengenai status, pangkat atau jabatan
atau mungkin saja soal hidup atau mati
hidup adalah mencari solusi
setiap diri punya soal yang berbeda-beda
setiap diri juga punya jawaban yang berbeda-beda
soal boleh sama, solusi boleh beda
seberapa susahkah persoalan kita?
Yah itu kan relatif
seharusnya kita semua mampu mencari jawabannya
layaknya air yg mengalir
persoalan dalam hidup tak pernah berhenti
Ada yang lincah dengan mudahnya menemukan solusi-solusinya
ada yang overflow nge-hang tak sanggup menemukan jawabannya
Allah janganlah kami engkau beri beban yang kami tak sanggup memikulnya
berikanlah kami jawaban dari persoalan kami
Amiin
Detik-detik Kepasrahan
Dikeheningan malam,
saat diri tenggelam dalam sejuta tanya jawab
yang tak berujung pangkal,
saat ujar-ujar para tetua terngiang-ngiang,
nasehat-nasehat sahabat-sahabat
yang mengayun-ayunkan timbangan keputusan atas kebimbanganku,
kutundukkan kepalaku ke dalam sajadah,
kupasrahkan pada Nya.
Kehidupan laksana lautan lepas,
Kehidupan laksana lautan lepas,
dan kita adalah jiwa yang harus mengarunginya.
Ombak-ombak kebimbangan selalu mampu menyeret kita,
menjauhkan kita dari tepi pantai kebebasan.
Kenangan akan begitu berharga,
Kenangan akan begitu berharga,
bagaimana kita yang lemah ini mampu mencapai pantai kebebasan.
Ombak yang mengombang-ambingkan kita.
Sebentar ke kiri sebentar ke kanan,
tak bergerak kemana-mana.
Lalu sebenarnya dari mana kekuatan itu muncul.
Benarkah karena kita yang perkasa?
Ataukah ombak-ombak itu yang bosan menggoda kita?
Timbul tenggelam berulangkali,
Timbul tenggelam berulangkali,
tanpa daya.
Cobalah kau lihat seekor semut yang jatuh ke dalam sungai, amatilah.
Kecil kemungkinannya dia hidup.
Bukan aku menakut-nakuti diriku,
bukan aku merendahkan kita,
khalifah di muka bumi.
Aku hanya sekedar mencoba menikmati,
saat ketidakberdayaanku sebagai hamba.
Saat sebuah harapan atau doa terlepas begitu saja.
Saat itulah sebenarnya saat kebebasan kita.
Labels:
Allah,
doa,
puisi,
puisi islam,
puisi motivasi
Saturday, February 6, 2010
Berselancar
Mencari-cari dengan mesin pencari
tak ketemu apa yang dicari
Malah dapat gosip terkini
Kemudian asyik lihat-lihat berita tehnologi
Bukan karena situasi atau kondisi
Internet memang gudangnya informasi
Kalau tak ingat waktu bisa terlupa mandi
Apalagi gosok gigi
Tak kan pernah habisnya, karena senang berbagi
Ah.. Andai kata semua mau berbagi
Tidak hanya sekedar informasi
Tetapi juga apa yang dimiliki
Dengan cara bijaksana dan sesuai di hati
Alangkah indahnya hidup ini
Tak akan pernah menyalahkan perbedaan yang terjadi
Meskipun kita tahu terkadang tak mengenakkan hati
Semoga kita mampu mejembatani
Apa yang dikehendaki Sang Penguasa bumi
Dengan kita mahluk yang tak abadi
Amiin.
tak ketemu apa yang dicari
Malah dapat gosip terkini
Kemudian asyik lihat-lihat berita tehnologi
Bukan karena situasi atau kondisi
Internet memang gudangnya informasi
Kalau tak ingat waktu bisa terlupa mandi
Apalagi gosok gigi
Tak kan pernah habisnya, karena senang berbagi
Ah.. Andai kata semua mau berbagi
Tidak hanya sekedar informasi
Tetapi juga apa yang dimiliki
Dengan cara bijaksana dan sesuai di hati
Alangkah indahnya hidup ini
Tak akan pernah menyalahkan perbedaan yang terjadi
Meskipun kita tahu terkadang tak mengenakkan hati
Semoga kita mampu mejembatani
Apa yang dikehendaki Sang Penguasa bumi
Dengan kita mahluk yang tak abadi
Amiin.
Monday, February 1, 2010
Besok...
Matahari bersinar dari timur (mungkin)
Aku terbangun dari tidur (mungkin)
Bulan akan terbelah (mungkin)
Hujan tak berhenti (mungkin)
Semuanya tak beraturan (mungkin)
Dimana-mana kacau (mungkin)
Terdiam di sudut ruang
Tak berani mengambil keputusan
Diantara kebimbangan
Mematung tak melangkah
Besok biarlah besok
Tak guna memikirkan yang tidak-tidak
Rencana tetap rencana
Usaha tetap usaha
Dan besok...?
(Awalilah dengan Bismillah....)
Aku terbangun dari tidur (mungkin)
Bulan akan terbelah (mungkin)
Hujan tak berhenti (mungkin)
Semuanya tak beraturan (mungkin)
Dimana-mana kacau (mungkin)
Terdiam di sudut ruang
Tak berani mengambil keputusan
Diantara kebimbangan
Mematung tak melangkah
Besok biarlah besok
Tak guna memikirkan yang tidak-tidak
Rencana tetap rencana
Usaha tetap usaha
Dan besok...?
(Awalilah dengan Bismillah....)
Friday, January 22, 2010
Benci dan Cinta
Biarkan aku mendekati Mu
Hingga tumbuh ke dua sayapku
Cinta
Dan Benci
Aku ingin menyatukan keduanya
Dalam tubuhku
Biar aku terbang mendekati Mu
Biarkan sayap cinta mengepak,
berteriak
Lagi...lagi...dan lagi
Biarkan sayap benci mengepak,
berteriak
Cukup...cukup...dan cukup
Sayap-sayapku akan kuat
Tapi pernahkah aku sampai
Engkau Yang Maha Tinggi
Cukupkah aku menggapai
Tak ada kekuatan melainkan dari Mu
Malam ini aku berdoa
Tumbuhkanlah cinta kebaikan
Tumbuhkanlah benci kemungkaran
Jadikanlah mereka sayap-sayapku
Senantiasa tumbuh
Tak akan patah
Mengangkatku, mendekati Mu.
Amiin...
Hingga tumbuh ke dua sayapku
Cinta
Dan Benci
Aku ingin menyatukan keduanya
Dalam tubuhku
Biar aku terbang mendekati Mu
Biarkan sayap cinta mengepak,
berteriak
Lagi...lagi...dan lagi
Biarkan sayap benci mengepak,
berteriak
Cukup...cukup...dan cukup
Sayap-sayapku akan kuat
Tapi pernahkah aku sampai
Engkau Yang Maha Tinggi
Cukupkah aku menggapai
Tak ada kekuatan melainkan dari Mu
Malam ini aku berdoa
Tumbuhkanlah cinta kebaikan
Tumbuhkanlah benci kemungkaran
Jadikanlah mereka sayap-sayapku
Senantiasa tumbuh
Tak akan patah
Mengangkatku, mendekati Mu.
Amiin...
Labels:
Allah,
benci,
cinta,
doa,
puisi,
puisi cinta,
puisi islam,
sayap
Wednesday, January 20, 2010
Berwudlu
Biarkan kubasahi wajahku
Biarkan aku berwudlu
Kurasakan basuhannya
menyejukkan
menghapus luka
menumbuhkan harapan
Terlalu kering untuk dibiarkan
Meskipun itu jeda diantara 5 waktu
Apakah karena kata sudah tak bermakna
Jiwa tak mampu mencerna
Jiwa tak menemukan pintu amal
Raga hanyalah hardware tanpa software yang mumpuni
Buah yang ranum menggoda tanpa rasa
hambar begitu saja
Biarkan aku berwudlu
duhai diriku
Agar engkau mampu melihat luka
Agar engkau siap dengan kejernihan
Meskipun itu jeda dalam 5 waktu
Bersih,
jernih,
segar,
sabar dalam penantian.
Biarkan aku berwudlu
Kurasakan basuhannya
menyejukkan
menghapus luka
menumbuhkan harapan
Terlalu kering untuk dibiarkan
Meskipun itu jeda diantara 5 waktu
Apakah karena kata sudah tak bermakna
Jiwa tak mampu mencerna
Jiwa tak menemukan pintu amal
Raga hanyalah hardware tanpa software yang mumpuni
Buah yang ranum menggoda tanpa rasa
hambar begitu saja
Biarkan aku berwudlu
duhai diriku
Agar engkau mampu melihat luka
Agar engkau siap dengan kejernihan
Meskipun itu jeda dalam 5 waktu
Bersih,
jernih,
segar,
sabar dalam penantian.
Aku Ingin Menelpon
Hallo...
Dalam sujudku aku memanggil Mu
Belum ada jawaban
Nada sambung pun tak terdengar
Hallo...
Dalam rukukku aku memanggil Mu
Apakah Engkau sedang sibuk?
Apakah terlalu banyak urusan?
Apakah aku salah nomor?
Hallo...
Sebentar lagi aku ucapkan salam
Kenapa belum tersambung juga?
Mungkin pulsanya habis
Mungkin providernya gak bener
Mungkin ada kesalahan internal
Perlu servis dulu
Hallo...
Dalam sujudku aku memanggil Mu
Belum ada jawaban
Nada sambung pun tak terdengar
Hallo...
Dalam rukukku aku memanggil Mu
Apakah Engkau sedang sibuk?
Apakah terlalu banyak urusan?
Apakah aku salah nomor?
Hallo...
Sebentar lagi aku ucapkan salam
Kenapa belum tersambung juga?
Mungkin pulsanya habis
Mungkin providernya gak bener
Mungkin ada kesalahan internal
Perlu servis dulu
Hallo...
Saturday, January 16, 2010
Duhai Yang Menumbuhkan
duhai Yang Menumbuhkan
lamakah cintaku rindang
harapkan keteduhan dihatiku
melindungi panas negatif
perusak qalbu
duhai Yang Menumbuhkan
jauhkah jarak antara
tengok-tengoklah raguku
tiuplah ia pergi
sulaplah ia
duhai Yang Menumbuhkan
dimanakah pohon amal kutanam
bantu agar kuat
tahan hama dan lebat berbuah
duhai Yang Menumbuhkan
tebarlah benih-benih ketenangan
hingga hidup dalam diri.
Amiin...
lamakah cintaku rindang
harapkan keteduhan dihatiku
melindungi panas negatif
perusak qalbu
duhai Yang Menumbuhkan
jauhkah jarak antara
tengok-tengoklah raguku
tiuplah ia pergi
sulaplah ia
duhai Yang Menumbuhkan
dimanakah pohon amal kutanam
bantu agar kuat
tahan hama dan lebat berbuah
duhai Yang Menumbuhkan
tebarlah benih-benih ketenangan
hingga hidup dalam diri.
Amiin...
Thursday, January 14, 2010
Berbisiklah
Ceritakan kabarmu
Sampaikanlah padaNya
Jika tak sanggup
Berbisiklah
Mungkin cukup bersujud
Sajadah menjadi alas
Beban dihati akan terlepas
Tetapi masih ingin teriak
Berbisiklah
Disaat malam pekat
Sedihmu tak terlihat
Gembirapun tak ada
Kecewa terlalu berat
Berbisiklah
Berbisiklah
Karena tirani tak punya telinga
Jika tak kau ungkapkan
Belenggumu tak akan terlepas
Sampaikanlah padaNya
Jika tak sanggup
Berbisiklah
Mungkin cukup bersujud
Sajadah menjadi alas
Beban dihati akan terlepas
Tetapi masih ingin teriak
Berbisiklah
Disaat malam pekat
Sedihmu tak terlihat
Gembirapun tak ada
Kecewa terlalu berat
Berbisiklah
Berbisiklah
Karena tirani tak punya telinga
Jika tak kau ungkapkan
Belenggumu tak akan terlepas
Wednesday, January 6, 2010
Tak Ada Waktu
Dengan menyebut nama Nya Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Perhatikanlah bintang-bintang dilangit,
pernah ku dengar ceritanya,
sinarnya menyampaikan pesan bahwa dirinya pernah ada.
Dengan menyebut nama Nya Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Pasang tak hadir selamanya,
surut pun akan tiba bergantian.
Apakah selamanya kita harus bersedih?
Apakah selamanya kita dalam kecewa?
Matahari kan selalu terbit,
kita tak punya waktu dalam kegelapan selamanya.
Biarlah Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
menghidupkan hati-hati yang bersedih
dan mengobati kekecewaan yang ada.
Amiin.
Perhatikanlah bintang-bintang dilangit,
pernah ku dengar ceritanya,
sinarnya menyampaikan pesan bahwa dirinya pernah ada.
Dengan menyebut nama Nya Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Pasang tak hadir selamanya,
surut pun akan tiba bergantian.
Apakah selamanya kita harus bersedih?
Apakah selamanya kita dalam kecewa?
Matahari kan selalu terbit,
kita tak punya waktu dalam kegelapan selamanya.
Biarlah Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
menghidupkan hati-hati yang bersedih
dan mengobati kekecewaan yang ada.
Amiin.
Tuesday, January 5, 2010
Menanti Hujan Tiba
Tanah telah merekah,
sungai-sungai tlah surut,
dasarnya pun sudah terpecah-pecah.
Bilakah sang hujan turun,
menghilangkan dahaga yang berkepanjangan?
Hanya doa yang bisa diucapkan,
itupun penuh keraguan.
Disaat-saat seperti ini harapan
dan pesimis bercampur.
Harapan seperti jarum dalam setumpuk jerami rasa pesimis.
Memang berbeda tetapi susah menemukannya.
Sebenarnya kita punya fasilitasnya, sholat memohon hujan.
Yang sebenarnya juga ujian.
Akankah hati kita beriman,
akankah jiwa kita bertaqwa.
Takutlah teman setia bagi mereka yang mendustainya.
Rasa pedih tak terkira dari Maha Perkasa,
yang sangat cepat membuat perhitungan.
Janganlah mendustai nikmatnya,
jangan biarkan tanah ini menjadi kering.
Airilah dengan kalimat-kalimat kebaikan,
sinarilah dengan doa-doa ampunan,
tanamilah dengan pohon-pohon kebajikan.
Sehingga tak pernah kering hati kita,
hingga keberkahan demi keberkahan bersama kita.
Aamiin.
sungai-sungai tlah surut,
dasarnya pun sudah terpecah-pecah.
Bilakah sang hujan turun,
menghilangkan dahaga yang berkepanjangan?
Hanya doa yang bisa diucapkan,
itupun penuh keraguan.
Disaat-saat seperti ini harapan
dan pesimis bercampur.
Harapan seperti jarum dalam setumpuk jerami rasa pesimis.
Memang berbeda tetapi susah menemukannya.
Sebenarnya kita punya fasilitasnya, sholat memohon hujan.
Yang sebenarnya juga ujian.
Akankah hati kita beriman,
akankah jiwa kita bertaqwa.
Takutlah teman setia bagi mereka yang mendustainya.
Rasa pedih tak terkira dari Maha Perkasa,
yang sangat cepat membuat perhitungan.
Janganlah mendustai nikmatnya,
jangan biarkan tanah ini menjadi kering.
Airilah dengan kalimat-kalimat kebaikan,
sinarilah dengan doa-doa ampunan,
tanamilah dengan pohon-pohon kebajikan.
Sehingga tak pernah kering hati kita,
hingga keberkahan demi keberkahan bersama kita.
Aamiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
air mata
akar
akhirat
Allah
angin
apresiasi
balon
bayangan
beban
benci
berkelana
bidadari
biji zarah
buah
buku
CCL(1)
CCL(2)
CCL(3)
CCL(4)
cemas
cerita
cerita absurd
cerita cinta
cerita puitis
cermin
cinta
cinta pergi
cita-cita
damai
danau
daun
detik
doa
dua sahabat
dunia
ekspresi
gadis
garis tangan
gerimis
gratis
gula
hak
hamba
harapan
harimau
hati
hidup
hujan
ide
ilmu
imajinasi
inspirasi
internet
istana
jarak
jeda
jejak
jemu
jerat
jiwa
kakek
kantuk
kelu
kenangan
kewajiban
khayalan
komentar
kondisi sosial
kotak pandora
kreasi
kunci
langit
langkah
lapar
lelaki
lucu
lupa
malam
mangga
mata
matahari
mendung
menikah
mentari
merdeka
mimpi
motivasi
Nabi Muhammad
nafas
naga
nasehat
noktah
ombak
paceklik
pagi
panah
pantai
pantun
pasir
pedagang
pelangi
pemain utama
pemanis
pemberani
pengelana
perasaan
percaya
perisai
perjuangan
pertanyaan
pesawat
pidato
pohon
prasangka
PRH1
PRH2
provokator
puisi
puisi absurd
puisi cinta
puisi islam
puisi jati diri
puisi motivasi
puisi rindu
purnama
pusaka
raja
razia
rindu
rintik-rintik
romantis
ruang hampa
ruang romantis
RYM1
RYM2
RYM3
RYM4
sahabat
sang penyair
sastrawan
sayap
sedih
sehat
selancar
semangat
sembunyi
semut
senang
sepi
sombong
sujud
surga
syair
syukur
tangga
tanya
tari
teh
terlena
timbangan
top up
tunggu
waktu
wudlu


